Tampilkan postingan dengan label cerita Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita Misteri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2013

Menikah Dengan Jin

Ini adalah kisah nyata kehidupan teman saya. Atas pemintaan yang bersangkutan namanya minta di rahasiakan. jadi sebut saja namanya Ahmad. Ahmad adalah Seorang Santri yang merupakan murid dari almarhum syekh habib syarwani mengaku telah menikah dengan wanita muslimah dari bangsa jin. Bahkan kehidupan rumah tangganya sudah berjalan harmonis selama 8 tahun. Bukan itu saja Ahmad juga menikah dengan wanita dari manusia karena istri jinnya memperbolehkan dirinya berpoligami. ckckck..



Ditawari Menikah dengan Jin

ahmad adalah seorang kasyaf yaitu bisa melihat sesuatu  di dunia gaib. Menurut Ahmad, suatu malam, gurunya didampingi beberapa muridnya, menawarinya sesuatu: “Ahmad, ini ada Jin Muslim diantara kita, namanya Syekh Maulawi. Ia berumur 400 tahun. Ia mempunyai putri namanya Fatimah, umurnya 200 tahun. Fatimah masih gadis. Syekh Maulawi tertarik padamu, pada keshalehanmu dan kekuatanmu dalam memegang teguh agama. Kami semua disini sepakat menawarkan padamu untuk menikahi Fatimah binti Maulawi. Bagaimana pendapatmu? Silahkan fikirkan dan pertimbangkan.”

Tentu Ahmad kaget luar biasa. “Menikah dengan jin?” Tidak pernah terbayang sedikitpun dalam hidupnya akan menikah dengan jin. Ini sangat mengagetkan dan baru mengalami tawaran seperti ini. Mendengar pun, pernikahan antar manusia dan jin, belum pernah. Mau menolak, ia sangat takzim pada Syekh sebagai gurunya lahir batin sejak hidupnya. Menyatakan mau juga tidak terbayang bagaimana jadinya nanti. Wajar ia sangat bimbang. Anda juga akan bingung ditawari sesuatu yang kurang berkenan oleh seseorang yang sangat Anda hormati. Ya kan?? Mau ditolak, Anda sangat hormat padanya. Syusyah ….!! Demikian pula yang terjadi pada Ahmad. Dalam kebingungannya, ia mendesah:
“Menurut Syekh bagaimana?”
“Ini hanya tawaran. Bersedia syukur, tidak pun tidak apa-apa.”
“Menurut Islam bagaimana? Saya kan manusia.” Tanya Ahmad lagi ingin tahu bagaimana dari sudut hukum agama.
“Tidak ada larangan.” Jawab gurunya pendek.

Pikiran Ahmad masih terus digayuti kebingungan. Selama berbulan-bulan sejak ia bisa berdialog dengan gurunya tersebut secara ruhani, Ahmad sudah terbiasa melihat jin. Oleh jin-jin kafir yang buruk rupa, yang wajahnya semrawut, tidak beraturan, sering sekali menggoda perjalanannya agar niatnya menemui dan berguru kepada Syekh Syarwani mundur, batal dan tidak jadi. Ini adalah ujian beratnya. Ia harus mengalahkan godaan-godaan makhlus halus itu. Awalnya, kaget luar biasa dan sangat takut ketika ia mampu melihat sosok jin-jin itu. Ada yang menertawakan perjalannya sambil bergelantungan di sebuah pohon di tengah malam, ada yang menghalangi jalan kakinya, ada yang menumpangi motor yang dikendarainya di jok belakang, ada yang menebarkan bau busuk, ada yang menyerupai wanita cantik dan telanjang bulat mengajaknya bersetubuh, ada yang menirukan suara ibunya memanggil-manggilnya ketika sedang berjalan. Semua itu terjadi antara jam 11.30 malam hingga jam 04.00 subuh ketika ia tengah berjalan menemui gurunya disebuah tempat yang disepakati.

Lama-kelamaan matanya jadi biasa dan tidak kaget melihat jin-jin penggoda itu. Mereka selalu muncul setiap malam di tengah perjalanan ketika Ahmad menemui gurunya di tempat tersebut. Mereka menggoda dan menakut-nakutinya. Oleh keyakinannya kepada Allah, bahwa mereka lebih rendah dari manusia, Ahmad tidak takut bahkan semakin berani mengusirnya dan bahkan sering menantangnya untuk tarung karena kesalnya. Kebanyakan jin-jin penggoda itu kabur, mangpret, ngacir ketakutan setelah dibacakan ayat-ayat Qur’an seperti ayat kursi dan lainnya.

Tetapi, bukan hanya jin kafir yang buruk-buruk rupa itu yang dia lihat. Sering juga jin-jin Muslim menyapanya. Mereka ini sosoknya lain. Tubuhnya ada yang wangi, bersih, tampan dan cantik, tapi ukurannya tinggi-tinggi dan besar-besar. Umurnya ratusan tahun. Ada yang sedang memegang tasbih berdzikir kepada Allah, ada yang sedang khusyu beribadah dan sebagainya. Melihat mereka, Ahmad sudah biasa. Tetapi, ditawari menikahi dengan jin yang berbeda jasad, beda dunia, beda alam, sama sekali tidak pernah terbayangkan olehnya.

Akhirnya bakti dan hormat pada gurunya mengalahkan keraguan dirinya. Bagi Ahmad, Syekh Habib Syawani di alam ruh, atas izin Allah, masih mengajarkan ilmu dan telah membukakan kasyafnya, yang membuatnya bisa melihat dan berdialog langsung dengannya. Ahmad akhirnya ikhlas dan pasrah. Singkat cerita, proses pernikahan pun dilangsungkan. Disaksikan gurunya dan ruh-ruh yang hadir, dengan suasana sangat khidmat, Ahmad dinikahkan dengan Fatimah binti Maulawi, seorang gadis jin Muslimah, berumur 200 tahun. Mas kawinnya? Cukup hanya membaca surat Al-Fatihah. Tentu saja, jin tidak butuh materi. Mertuanya bernama Syekh Maulawi adalah jin yang sangat dihormati di kalangan jin Muslim di alamnya. Resmilah mereka sebagai pasangan suami istri.

Bagaimana gambaran dan kesan Ahmad tentang Fatimah, istrinya di alam jin itu? Ia menceritakannya kepada saya. “Ia memakai kerudung dan masya Allaah … cantiknya luar biasa. Tubuhnya harum. Tingginya sekitar 4 meter. Setelah nikah, saya memangilnya ummi, dia memanggil abi. Sikapnya tawadhu luar biasa kepada suami, bahasanya santun, sifatnya halus dan kecantikannya belum pernah saya lihat di alam manusia. Saya belum pernah melihat wajah secantik itu.”

Beberapa hari dari itu, Ahmad bercerita tentang bulan madunya. Walaupun tinggi Fatimah sekitar 4 meter, tapi ketika berfungsi sebagai istri dan menemui suaminya, ia merubah ukurannya menjadi ukuran manusia biasa, normal. Suatu saat, Ahmad memulai ceritanya, ia diajak Fatimah berjalan-jalan, berkeliling ke alamnya. Alam jin tidak jauh berbeda dengan alam manusia. Ada pengajian, ada sekolah, kampus, masjid dan bangunan-bangunan lain. Sama dengan manusia, mereka memiliki peradaban. Tapi, itu peradaban jin. Bedanya, bentuknya aneh-aneh, berbeda dengan di alam manusia. Ahmad sangat sadar alias bukan mimpi. Selama berkeliling, perasaannya dipenuhi oleh hal yang aneh dan aneh, takjub dan takjub, heran dan heran atas apa yang dialaminya di alam yang berbeda. Akhirnya ia tiba di sebuah rumah, ternyata rumahnya Fatimah. Tinggi, luas, bentuknya aneh, tidak seperti rumah yang ada di alam manusia. Kamar Fatimah harum dan bersih. “Barang-barang” tertata rapih. Di atas tempat tidur, mereka ngobrol dan bercumbu. Selain sangat cantik, tubuh Fatimah tercium harum dan bercahaya. Maklum ia jin yang taat ibadah. Singkatnya, aneh juga, Ahmad merasakan kepuasan persis seperti dengan manusia, bahkan lebih. Kata Ahmad, Fatimah tidak akan pernah hamil. Persenggamaan jin dan manusia tidak akan mengasilkan kehamilan, karena perbedaan zat makhluk. Manusia makhluk fisik, sedangkan jin makhluk non fisik alias makhluk ghaib.

Sejak itu, kata Ahmad, Fatimah selalu datang dimana Ahmad memerlukannya. Ngobrol berdua dengan penuh santun dan etika sebagai istri yang shaleh, sun tangan, menunduk dan tidak pernah bersuara keras. Saling mengingatkan beribadah kepada Allah. Saling menasehati untuk sabar dalam menghadapi masalah masing-masing. Tidak ada suasana sedikit pun dari Fatimah mendominasi Ahmad dari istri aslinya yang manusia, yaitu istri pertamanya. Bahkan, dalam banyak kesempatan, Fatimah selalu mendorong Ahmad untuk harmonis dengan istrinya dan anak-anaknya, menyayangi dan memperhatikan keluarga. Kehadiran Fatimah, tidak sedikitpun menggangu keberadaan keluarga Ahmad karena tidak ada nafkah yang harus dikeluarkan, tidak ada waktu yang terambil. Nafkahnya paling do’a. Perhatiannya bukan bentuk fisik, tapi ruhani. Kemana Ahmad pergi, Fatimah bisa dipanggil dan datang, atau ia yang datang sendiri. Makanan Fatimah sebagai jin Muslim dan makhluk adalah saripati-saripati makanan. Pernikahan itu kini sudah berumur lima tahun lebih. Hingga sekarang tetap saja rukun dan damai. Ahmad merasa sangat bahagia, demikian juga Fatimah. Kepada istri pertamanya, Ahmad tidak pernah menceritakan peristiwa “poligaminya.” Ini pengalaman subyektif yang sulit diceritakan dan sulit orang akan percaya. Menceritakan pada istrinya jangan-jangan malah minta cerai karena dianggap sudah sesat. Itukan merusak. Minimal pasti akan menimbulkan gangguan hubungan keduanya.  Ahmad dan Fatimah hingga saat ini, keduanya adalah murid Syekh Habib yang sampai sekarang sering hadir dalam pengajian yang berisi nasehat-nasehat gurunya tersebut, tentu pengajian secara ruhani, yang orang awam seperti kita tidak akan bisa memahaminya.

Kisah ini sungguh menarik buat saya, biarpun sampai sekarang saya masih bingung antara percaya dan tidak ? gimana menurut anda ?

Rabu, 06 Februari 2013

Cerita ritual seks di Gunung Kemukus untuk cari kekayaan

Cerita ritual seks di Gunung Kemukus untuk cari kekayaan













Pulau karang tiba-tiba muncul di tengah laut Madura

Sudah menjadi cerita umum, ada ritual mencari pesugihan semacam babi ngepet dan lainya dilakukan orang di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Untuk mendapatkan pesugihan itu, konon harus berhubungan seks dengan pasangan tidak sah.

Ritual mesum ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang mencari jalan pintas untuk menjadi kaya. Di gunung ini, ratusan warga dari berbagai wilayah di Jawa terutama datang berduyun-duyun ke Gunung Kemukus ini. Mereka bertujuan untuk mencari pasangan melakukan ritual pesugihan itu. Bagaimana sebenarnya ritual ini bisa menjadi semacam tata cara dan menjadi semacam tradisi yang sesat?

Tempat ritual ini berada di Gunung Kemukus tepatnya terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, 30 km sebelah utara Kota Solo. Untuk mencapai daerah ini tidak terlalu sulit, dari Solo bisa naik bus jurusan Purwodadi dan turun di Belawan, dari situ di sebelah kiri jalan akan ditemukan pintu gerbang yang bertuliskan "Daerah Wisata Gunung Kemukus", dari gerbang tersebut kita bisa naik ojek atau berjalan kaki menuju tempat penyeberangan dengan perahu.

Gunung Kemukus identik sebagai kawasan wisata seks karena di tempat ini orang bisa sesuka hati mengkonsumsi seks bebas dengan alasan untuk menjalani laku ritual ziarahnya, itulah syarat kalau mereka ingin kaya dan berhasil.

Dalam suatu aturan yang tidak resmi diwajibkan bahwa setiap peziarah harus berziarah ke makam Pangeran Samudro sebanyak 7 kali yang biasanya dilakukan pada malam Jumat Pon dan Jumat Kliwon atau pada hari-hari dan bulan yang diyakhini baik, melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bukan suami atau istrinya . Tapi jika ingin membawa pasangan sendiri pun tidak jadi masalah.

Acara ritual seks di Gunung Kemukus ini ada yang menganggap hanya sebuah legenda rakyat daerah. Zaman dulu dikisahkan tentang seorang Pangeran dari Kerajaan Majapahit yang bernama Pangeran Samudro bangsawan ini berasal dari kerajaan Majapahit tapi ada juga yang menyebutnya berasal dari zaman Kerajaan Pajang.

Menurut cerita, Pangeran Samudro ini jatuh cinta kepada ibunya sendiri yaitu Dewi Ontrowulan. Ayahanda Pangeran Samudro yang mengetahui hubungan anak-ibu tersebut menjadi murka dan kemudian mengusir Pangeran Samudro.

Setelah diusir oleh ayahnya inilah Pangeran Samudro melakukan perjalanan hingga akhirnya sampai ke Gunung Kemukus, tak lama kemudian sang ibunda menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan kerinduan.

Singkat cerita, ibu dan anak yang tengah dilanda asmara ini melepas kerinduan setelah sekian lama tidak bertemu. Namun, sebelum sempat ibu dan anak ini melalukan hubungan intim, penduduk sekitar memergoki mereka berdua yang kemudian merajamnya secara beramai-ramai hingga keduanya meninggal dunia.

Keduanya kemudian dikubur dalam satu liang lahat di gunung itu juga. Menurut cerita lainnya, sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan yaitu kepada siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya. 

"Baiklah aku menyerah, tapi dengarlah sumpahku. Siapa yang mau meniru perbuatanku , itulah yang menebus dosaku dan aku akan membantunya dalam bentuk apapun". Begitulah isi sumpah yang dilontarkan Pangeran Samudro sebelum akhirnya wafat.

Dari cerita legenda tentang Pangeran Samudro ini lah ritual di Gunung Kemukus seolah menjadi ajang pesta seks untuk meminta kekayaan. Jika berhasil, kedua pasangan yang bukan sah sebagai suami istri ini harus bertemu kembali untuk melakukan selamatan dan syukuran di Gunung Kemukus itu kembali.

Jika ingkar, maka kedua pasangan yang telah berjanji di makam Pangeran Samudro ini, akan jatuh miskin kembali. Bahkan, menurut mitos dan kepercayaan warga mereka atau titisan kedua pasangan yang melakukan ritual mesum berdua itu akan mengalami celaka.

Minggu, 03 Februari 2013

ANGKOT SETAN (kisah nyata)


Kisah ini teRJadi di DaeRah SukohaRJo, Kabupaten SukohaRJo, Propinsi Jawa Tengah.......... Pada Hari Minggu, 14 FebRuaRi 2008 sekitaR pukuL 10maLam,,,

HATI-HATI MUNGKIN SELANJUTNYA GILIRAN ANDA...!!!

KuRang Lebih jam 10 maLam, waktu itu gue Lagi kena musibah,,, bukan apa", MotoR yang biasa nemenin gue kemana" tiba" maCet d daeRah 'Tiiiiittt'(sensoR), yang emang katanya tu itu daeRah yang Lumayan angkeR... hihihi,,,
akhiRnya gue nitipin motoR gue d Rumah temen gue yang g Jauh daRi situ... yah gue siyh mau aJa [pas temen gue nawaRin buat nganteRin gue ampe Rumah... tapi pas gue ngeLiat Jam tangan gue yang udah nunJukin Jam 10maLem gitu, gue Jadi nggak tega ama temen gue itu... yahhh ntaR tu temen gue bisa puLang tengah maLem boLong dong dong dong, mana dia kan Cewek,,, akhiRnya gue membeRanikan diRi buat puLang, dan setelah ngitung kanCing baJuu gue, gue dapet CARA PULANG DENGAN AMAN yaitu dengan NAIK ANGKOT,,, hohOho,,,

AkhiRnya gue nuggu angkot di pinggiR JaLan utama itu. dan gue nunggu angkotnya nggak sendiRi... tapi di situ udah ada Seorang wanita tengah baya (nenek-nenek untuk Lebih tepatnya), umuRnya yah... sekitar 63 tahun keLiatannya sih abis beLanJa beLanJi gitu... habisnya dia membawa pLastik item gede gitu... ihhh waktu itu gue ngiRa itu isinya kepala oRang...hihihi,, teRnyata itu isinya buah"an.... yah gue tau soaLnya tu nenek ngeLuaRin JeRuk dan memakannya sambiL nunggu angkot....

Sudah kurang lebih 20 menit gue dan nenek nunggu angkot (mikrolet) tapi beLum ada angkot satupun. Memang biasanya angkot udah beRhenti beRopeRasi Jam 21.30 paLing maLam, namun entah mengapa, gue meRasa bahwa masih ada angkot yang akan membawa gue puLang...

SeteLah 35 menit nunggu..busettt Lama kan!! akhirnya beneR, angkot yang ditunggu" muncuL.
HaL yang tidak biasa teRJadi...
LaLu naikLah gue dan sang nenek ke daLam angkot yang beRisi 3 orang.. 1orang supir dan 2 orang penumpang lain yang kedua-2nya adalah seorang wanita cantik, berambut panjang, dengan pakaian pesta berwarna putih (broken white tepatnya)..

Gue sempat berpikir..." aneh sekali....dua orang wanita cantik berpakaian pesta warna putih, pada malam hari begini naik angkot" Tapi sang nenek tidak mau meneruskan apa yang ada di pikirannya, walaupun bulu kuduknya sudah mulai berdiri.

Terjadilah suasana yang dingin, hening tanpa suara pada angkot tersebut. Sang supir-pun hanya menyupir tanpa menengok atau mengeluarkan suara sedikitpun.. cara menyupirnya pun cenderung kasar,
dan ngebut-ngebutan. ..

Gue nggak sabaR buat CepeT" sampe di deket Rumah gue... Sampai akhirnya... gue tiba di jembatan biasa tempat gue turun. dan anehnya sang nenek pun iku tuRun!!!!
gue udah membaYaR angkot itu, Sang nenek, etelah menyiapkan selembar uang Rp.10 ribu-an (karena memang tinggal satu lembar uang 10 ribuan yang dia punya) untuk membayar angkot, Sang nenek lalu memberhentikan angkot tersebut
"Bang...kiri, bang.."
Sang supir langsung memberhentikan angkotnya dengan rem mendadak tanpa bersuara..

Lalu sang nenek turun, dan menyerahkan lembaran uang Rp. 10 ribu terakhirnya melalui jendela pintu depan angkot... sambil menunggu kembalian ongkosnya.. Tapi ternyata.... ......

Sang Supir langsung menginjak gas dan meninggalkan nenek tersebut tanpa mengembalikan uang sang nenek...
Nenek itu berteriak... "DASAR ANGKOT
SETAAAAAAAAANNNNNNN ....!!!!! !!!!!!!!! "

Hidup Serumah Bersama Hantu

Cerita ini dimulai semenjak kepindahanku bersama ibu dan dua kakak perempuanku, karena ayahku sudah tiada
10 tahun yang lalu, dari kota Semarang ke Solo. Sebelumnya aku bersama Kak Rania terlebih dahulu mencari rumah kontrakan untuk tempat tinggal sementara sambil mencari rumah baru yang bisa kami beli.

Setelah berkeliling Kota Solo, berikut mencari informasi dari kerabat dan teman-teman yang tinggal di Solo, kami menemukan sebuah rumah yang melebihi harapan kami.

Rumah itu asri dan indah sekaligus bersih. Pintu dan jendela pun lebar dan luas, bercat putih dan berlantai dua. Ada juga taman dan patung anak kecil di dalam rumah, dilengkapi dengan garasi mobil. Pokoknya melebihi harapan dan cukuplah buat kami berempat tinggal disini, terlebih harga kontrakannya terbilang murah. Akhirnya kami memutuskan mengontrak rumah ini, sambil mencari rumah lain yang bisa kami beli nantinya.

Andai kelak pemiliknya berniat menjual, mau juga kami membelinya asalkan harganya cocok.

Satu hari, dua hari … Sampai satu bulan lebih tidak terjadi apa-apa. Kami merasa nyaman tinggal di rumah ini. Namun ketika mendekati bulan ke dua aku mengalami kejadian-kejadian yang aneh yang di luar akal pikiran. Awalnya aku hanya sering bermimpi buruk. Aku juga pernah mengalami tindihan, seolah ada bayangan besar dan hitam yang menindihku. Dengan napas terengah-engah aku berusaha bangun sambil membaca doa-doa yang aku ingat. Syukurlah aku bisa terbangun. Kejadian semacam ini sering terulang.

Mulanya aku menganggap hanya mimpi biasa. Menurut orang Jawa tindihan terjadi akibat salah posisi saat tidur. Namun semakin lama aku merasakan ada yang tidak beres dengan rumah kontrakan ini. Pernah aku lihat, walau di siang hari, sekelebat bayangan anak laki laki kecil berpakaian putih lusuh dan kotor, seperti pakaian anak anak jalanan. Wujudnya seperti anak anak biasa lainnya suka berlari-lari dan suka mengintip malu-malu.

Ketika hal itu aku ceritakan kepada yang lain, ternyata mereka juga sering mengalami hal-hal yang aneh. Kak Nita pernah marahmarah karena pintu yang sudah digerendhel, dibuka kembali, digerendhel lagi terbuka lagi, begitu seterusnya. Kak Nita mengira salah satu adiknya yang mengerjainya.

Ia kemudian ke kamar kami, namun semua kamar tertutup rapat. Tidak ada tanda-tanda diantara adiknya yang masih bangun. Spontan Kak Nita merinding. Apalagi dia merasa ada bayangan hitam yang mengikutinya. Buru-buru Kak Nita membangunkan ibu dan menumpang tidur bersama ibu. Semenjak kejadian tersebut, kami memutuskan satu kamar dipakai buat dua orang, aku bersama ibu, Kak Nita dengan Kak Rania.

Seperti biasa pagi itu aku bersantai di dalam kamar sambil membaca baca buku. Di rumah juga ada Kak Nita dan Kak Nita yang sedang sibuk menyiapkan masakan di ruang dapur belakang. Tetapi aku merasa dibelakangku berkelebat bayangan.

Aku kira itu bayangan kakakku yang tengah mondar- mandir dari ruang makan ke dapur. Jadi akau tidak terlalu hirau. Setelah berjalan beberapa saat aku memutuskan bergabung dengan Kak Nita. Saat itu aku mengira lauk yang sedari tadi aku tunggu sudah matang.

"Kak, aku lapar. Sudah mateng belum masakannya? Aku bantu ya?" selorohku sambil merangkul badan Kak Nita yang sedang duduk di depan meja makan dari belakang.

Kak Nita diam saja dan tersenyum. Aku merasa agak aneh dengan tabiat kakakku yang satu ini. Biasanya dia suka bawel dan sering marah-marah ketimbang tersenyum.

Banyak kemudian pertanyaanku yang dijawab hanya dengan seulas senyum tapi tak satu patah katapun keluar dari mulutnya. Tumben Kak Nita lembut sekali, kataku dalam hati. Tetapi aku juga tidak begitu perhatian sih. Soalnya kadang, dia juga suka ngerjai aku. Jadi mungkin saja saat ini dia sengaja mengerjaiku.

Tiba-tiba aku merasa seperti ada yang menyuruhku pergi. Aku pun ngeloyor ke lantai atas sambil membawa novel yang akan aku baca sambil menunggu masakan kakak.

Sesampai di lantai atas aku buka pintu kamar hendak mengambil. Namun ketika aku balik badan keluar dari kamar, kok ada seseorang sedang duduk membelakangiku didekat jendela ruangan lantai atas. Lho kok ada Kak Nita di sini? "Sedang apa Kak? Emang masaknya sudah selesai?" tegurku.

"Rona, ngapain kamu nanya-nanya segala?!" sahut Kak Nita dengan suara kesal.

"Tadi kan Kakak masak di lantai bawah?" tanyaku lagi tanpa menghiraukan rasa kesalnya.

"Dari tadi aku baca koran di sini, cari iklan rumah yang mau dijual. Biar ibu saja yang masak, nanti aku menyusul,"jawab Kak Nita.

Waduhh, jadi yang tadi aku rangkul siapa? tanyaku dalam hati. Rasa takut tiba-tiba menyergapku sampai wajahku pucat.

"Ada apa, Rona? Mengapa wajahmu jadi pucat begitu?" tanya Kak Nita sambil memegang tanganku. "Lho, tanganmu juga dingin begini. Ada apa?"

Akhirnya aku ceritakan yang aku lakukan di lantai bawah tadi. Kak Nita ikut bergidik mendengar ceritaku. Padahal Kak Nita terkenal paling berani di antara kami. Kami lantas menceritakan pengalaman ini ke ibu, tapi ibu bilang agar kami tidak usah takut.

"Selama iman kita kepada Allah SWT kuat kita pasti dilindungi oleh-Nya," kata Ibu.

Sejak kejadian itu kami sekeluarga jadi tambah giat bersembahyang dan tidak pernah lupa berdoa sebelum tidur.

Namun kejadian demi kejadian masih sering bermunculan seperti yang dialami Kak Rania, kakak keduaku. Ketika berada dalam rumah, dia merasa ada yang mengikutinya dimanapun dia pergi. Sebenarnya dia enggan menceritakan ke kami karena tidak ingin membuat seisi rumah ketakutan. Namun karena aku sudah membukanya, Kak Rania pun menceritakan kisah yang dialaminya.

Menurut Kak Rania, saat itu sudah lewat tengah malam, sekitar pukul 01.00 WIB. Kak Rania hendak menunaikan sholat malam seperti yang biasa dia lakukan waktu di rumah kami yang lama. Namun kali ini ia lakukan karena berbagai peristiwa ganjil yang dialaminya. Dia segera membangunkan ibu untuk menemaninya sholat malam.

Pernah juga waktu ibu kehilangan kunci lemari yang menyuruh kami semua anak-anaknya untuk semua menolong mencari dimana kunci itu. Tapi tetap tidak ketemu. Baru keesokan harinya kunci itu tergeletak di lantai atas yang mudah untuk di lihat. Padahal kemarin kami juga sudah mencari ke tempat ini dan sama sekali tidak ada. Menurut itu gerendel atau pintu kamar dalam, juga sering terbuka sendiri waktu malam. Namun ibu tidak pernah mau menceritakan kejadian-kejadian aneh tersebut kalau kami tidak memintanya.

Kejadian demi kejadian ganjil terus berlanjut sampai empat bulan kami tinggal di rumah itu. Lama-kelamaan kami merasa sudah semakin terbiasa dengan kejadian aneh dan ganjil tersebut dan berusaha menerimanya dengan tabah dan tawakal.

Ada juga tetangga yang menasehati kami untuk pindah saja dari rumah itu. Ada juga yang menawari untuk mengusir hantu-hantu itu di rumah kami. Tetapi ibu menolaknya karena yakin selama keluarga kami tidak berbuat yang dilarang Tuhan dan selalu berdoa, maka makhluk-makhluk gaib itu juga akan segan kepada kami. Sebagai sama-sama hamba ciptaan Tuhan yang tinggal di muka bumi ini, sepantasnyalah untuk tidak saling mengganggu satu sama lain.

Prinsip inilah yang ditekankan ibu kepada kami dalam menyikapi kejadian-kejadian aneh di rumah kami.

"Kita hidup di dunia yang sama tapi dengan alam yang berbeda. Satu di alam fana atau alam nyata dan yang satu di alam halus atau alam gaib, jadi seharusnya tidak saling mengganggu satu sama lain," kata Ibu.

Benar juga, setelah adanya "saling pengertian" itu, kejadian aneh di rumah kami mulai berkurang. Kami sekeluarga pun mengucapkan syukur kepada Tuhan karena bisa melewati cobaan ini.

Sekarang kami sekeluarga sudah pindah dari rumah itu. Kami membeli rumah bekas dari orang yang pindah ke kota lain. Letaknya hanya bertaut satu jalan dari rumah angker itu. Alhamdulillah, di rumah baru kami tidak ada kejadian-kejadian ganjil lagi. Sementara rumah angker bekas kontrakan kami dulu, sekarang dikontrak orang lain.
Namun kami prihatin karena kabarnya orang yang mengontraknya sering diganggu kejadian-kejadian gaib seperti kami dulu.

Bahkan kini tetangga di depan rumah angker itu juga ikut terkena dampaknya. Mereka sering mendengar suara jeritan wanita, raungan harimau dan suara denting lonceng. Kadang juga muncul bayangan hitam yang sangat besar, makhluk berwajah putih rata, anak-anak kecil berpakaian lusuh seperti pengemis dan lain-lain. Semua itu sudah pernah kami lalui. Andai saja prinsip keluarga kami diterapkan, pastilah orang yang mengontrak rumah angker itu, dan juga tetangganya, tidak akan diganggu.


Read more: http://ceritapendekhoror.blogspot.com/2012/09/cerita-misteri-hidup-serumah-bersama-hantu.html#ixzz2JuMsiXLC

Cerita Misteri


Sedikit banyaknya hampir setiap warga yang tempat tinggalnya  didaerah cilengsi bogor dan sekitarnya atau Presiden kita SBY sekalipun yang tinggalnya di cikeas tak luput sering melintasi jalur jembatan jalan raya alternatip cibubur .
Mengenai jembatan tersebut yang ada di jalan alternatip cibubur yang saat ini lagi dalam tahap pembangunan sudah berjalan satu tahun lebih yang rencananya bulan desember ini harus sudah selesai pembangunanya. Jembatan tersebut mempunyai  cerita misteri yang bikin  merinding bulu kuduk, penasaran dengan cerita misterinya mari ikuti penelusurannya tidak usah bertele-tele langsung ke TKP.
Awal kisah cerita, pada hari minggu ketika saya keluar dari kediaman rumah sekitar pukul 09.wib pagi menuju ke arah Citra green kebetulan jalannya melintasi jembatan jalan raya alternatip cibubur di saat melintas di jembatan tersebut kendaraan sepeda motor saya secara tiba-tiba mati mendadak, setelah kendaraan di pinggirin saya cek dan saya otak atik ternyata masih tetap mati alias mogok  akhirnya saya nyerah juga, tidak jauh dari jembatan sekitar 10 meter jaraknya ada sebuah warung kopi,(berbelit-belit amat ceritanya)sabar ya ok kita lanjutkan lagi ceritanya. Akhirnya saya mampir ke tempat warung kopi tersebut dan pesan segelas kopi susu ABC. Setelah itu terjadilah dialog antara saya dan pemilik warung kopi ,sebut saja Pak Darman asli madura( nama samaran)selanjutnya Pak darman membuka obrolan”
Pak Darman:       “motornya mogok ya pak”(tanya Pak Darman)
Saya:                  ” iya ” (saya jawab dengan singkat)
Pak Darman:      ” memang di jembatan itu sering sekali kendaraan secara tiba-tiba mati                         mendadak(dengan  seriusnya Pak darman memberikan penjelasan kepada saya)
Saya:                 “  terus-terus(saya makin penasaran mendengar ceritanya pak darman)
akhirnya pak darman tanpa disuruh dengan antusias melanjutkan ceritanya
Pak Darman     “saya sudah dua tahun disini sering mengalami kejadiaan kejadian aneh,sering ada penampakkan seorang perempuan cantik di jembatan tersebut,menurut konon cerita di jembatan ini dulu ada perampokkan dan pembunuhan dan korbannya perempuan dibunuh lalu mayatnya dibuang ke jurang setelah kejadian tersebut  sering ada kejadian kejadian aneh. saya sering mencium bau kemenyan setelah beberapa saat bau kemenyan tercium setelah satu jam kemudian di jembatan tersebut selalu ada kejadian ada yang tabrakkan ada yang nabrak trotoar dan macam-macam kejadiannya,pernah ada kejadian seorang pengemudi mobil taksi di jembatan tersebut melihat perempuan lewat menyebrang jembatan dan pengemudi mobil taksi tersebut mengerem mendadak dan menabrak trotoar dan ditolong warga setempat,setelah kejadian tersebut pengemudi mobil taksi ditanya warga setempat “kenapa bapak bisa nabrak trotoar”
saya habis lihat perempuan lewat menyebrang jalan ini saya langsung ngerem mendadak lalu perempuan itu hilang dijembatan.(kata pengemudi mobil taksi tergopoh-gopoh sambil ketakutan).
Ada lagi kejadian aneh sebuah mobil mewah dan masih baru melintas di jembatan tersebut as kardan mobilnya  patah secara tiba-tiba dan ada lagi kejadian seorang laki-laki muda dan tinggi melintasi jembatan tersebut dengan mengendarai sepeda motor ngerem mendadak melihat sosok perempuan menyebrangi jembatan dan orang tersebut nyangkut di trotoar dan sepeda motornya jatuh ke jurang.dan menurut cerita Pak darman yang sedang mengerjakan pembangunan jembatan itu sering tiap malam didatangi sosok perempuan cantik karena pekerja bangunan jembatan itu tidurnya di sebuah bedeng yang letaknya dibawah jembatan dekat dengan jurang.
lalu saya potong ceritanya pak darman sambil saya berkata:
saya :    “Pak darman saya potong sebentar ceritanya saya mau tanya,pak darman disini tanah sendiri atau ngontrak.
Pak Darman :    “saya disini ngontrak pak,tanah ini punya bapak jendral yang sudah pensiun.
saya:    “Pak darman berapa biaya ngontrak sebulan ?
Pak darman:  “saya ngotrak setahun sekali pak 6juta rupiah malahan bedeng yang dibawah jembatan itu yang ditempati pekerja yang lagi bangun jembatan sampai 8 juta itu juga tanahnya punya bapak jendral yang sudah pensiun.
tidak terasa sudah satu jam saya berada di warung kopinya pak darman saya pamitan.
saya :  “pak darman ngomong-ngomong saya mau ke bengkel ne motor saya kan masih mogok.
Pak darman :   “iya pak hati hati ya(kata pak darman)
saya   ” iya pak.
akhirnya saya pergi ke bengkel dengan mendorong sepeda motor sambil dalam hati saya bertanya apa sepeda motor saya mogok karna sosok perempuan cantik tersebut atau karna  sudah empat bulan belum pernah di service. udahan dulu ya sampai disini ceritanya.pesan saya kemanapun kita pergi jangan lupa selalu berdo’a.